Situs Trend Indonesia

Media Informasi Viral Content Indonesia

Panduan Time Out Efektif

Panduan Time Out Efektif

Agar time out berlangsung efektif, ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan:

1. Buat kesepakatan “sudut diam”. Sebelum pelaksanaan time out, perlu ada kesepakatan dengan si batita dalam menentukan “sudut diam” yang akan digunakan. Pilih ruangan yang nyaman, luas, dan bebas dari benda-benda yang dapat mencelakakan anak. Yang terpenting lagi, “sudut diam” dapat dipantau oleh orangtua sehingga anak mengetahui jika orangtua memerhatikannya.

2. Jaga kekompakan orangtua dan anggota keluarga lainnya. Aturan rumah tidak akan pernah berlaku jika orangtua dan anggota keluarga yang lain (seperti: kerabat, kakek-nenek, pengasuh atau staf rumah tangga) tidak kompak dan tidak konsisten dalam menjalankannya. Anak adalah penilai yang sangat baik. Mereka akan belajar dan akhirnya tahu, siapa orangtua atau anggota keluarga yang bisa berpihak kepadanya dan mau menuruti keinginannya. Intinya, jangan saling remehkan keputusan yang sudah menjadi suatu kesepakatan dalam mendidik anak. Dengan demikian disiplin dapat ditegakkan.

3. Tegaskan mengenai perbuatan buruk yang tak dapat ditoleransi. Berikan peringatan kepada anak bahwa di rumah ada perbuatan-perbuatan buruk yang tidak dapat ditoleransi dan memiliki konsekuensi. Dengan demikian ia dapat memahami perbuatan buruk seperti apa yang tidak boleh dilakukan sehingga kesepakatan ini dapat berjalan dengan baik. Contoh, orangtua menetapkan bahwa memukul, berteriak, marah, merebut, mencubit, melempar barang, berbohong, tidak menurut adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan. Bila hal tersebut dilakukan, anak sudah tahu konsekuensinya untuk duduk di “sudut diam”.

4. Waktu efektif untuk time out. Patokan waktu yang efektif untuk time-out adalah satu menit untuk usia anak satu tahun, dua menit untuk usia dua tahun, dan tiga menit untuk usia tiga tahun, begitu selanjutnya.

5. Proporsional. Time out diberikan secara proporsional dan tidak ditambahtambahi, sesuai dengan aturan time-out yang sudah ditetapkan. Time out yang lebih lama tidak memiliki manfaat tambahan, justru kadang dapat merusak upaya membangun pemahaman pada anak. Bahkan, bisa berdampak stres pada anak dan merasa sulit melakukan time out.

6. Bukan hukuman. Jangan lakukan time out sebagai hukuman dan jangan berikan hukuman tambahan setelah selesai melakukan time out. Jika “aturan” ini dilanggar, anak justru akan mengulangi kesalahannya sehingga time out tidak efektif.

7. Saat menjelaskan ke anak. Gunakan bahasa dengan penekanan yang positif, bisa dengan nada tegas namun tetap perhatikan kata-kata yang digunakan, sesuaikan dengan usia anak agar ia dapat memahami dengan baik.

8. Kontrol emosi orangtua. Pelaksanaan time out bukan suatu kesempatan bagi orangtua untuk marah, memaki, atau membentak.

Untuk Anda yang ingin bekerja di Jerman dapat mengkuti program kerja FSJ terpercaya.


Info Panduan Time Out Efektif di Situs Trend @SCWDS.ORG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*